Jumat, 16 September 2016

Antara Beckham, Sule, dan Pepi...

Dapur99bet Agen Terbesar- Judulnya lebay yah.  Masa Sule dan Pepi dibandingin sama David Beckham.  Ada sih persamaannya, sama-sama manusia. 

 Disclaimer: tulisan ini benar-benar bersifat subyektif, berdasarkan pengalaman pribadi saya kecuali David Beckham yang cuma saya lihat di tivi.

Minggu kemarin, heboh dengan kedatangan David Beckham.  Beritanya ada di mana-mana.  Koran, tipi, internet, dan radio.  Bahkan, Syahrini bela-belain nemenin Beckham sampai tiga hari. 

Kabarnya, Syahrini dandan a la Posh Spice alias Victoria istri Beckham supaya Beckham feels like home.

Ih, kalo saya jadi Beckham atuh mending ajak istri sekalian daripada orang lain dandan seperti istrinya.  Terus, saya lihat di tv, Beckham itu murah senyum yah.. dadah sama orang dan penggemarnya, terus sempat juga salaman sama penggemar yang mendekat.  Padahal, waktu itu sekuriti dan body guardnya nempel ketat banget.

Seneng juga lihatnya yah, orang yang sekaliber dia terlihat low profile dan tidak sombong.

Liat deh ini fotonya yang masih terus melambai dari dalam bus:



Hari Jumat malam, saya ke Bandar Lampung dan bermalam di hotel Amalia.  Rupanya malam itu, ada rombongan Sule + OVJ, beserta kru Trans7. Kebetulan mamak mamak di rombongan saya (ibu dan mami) adalah penggemar Sule.  Mami bahkan sempat bilang, waah kalo bisa mau foto bareng Sule.  Setelah taro barang di kamar, kami turun untuk makan malam.  Rupanya, pihak Trans7 sudah siap dengan kameranya di bawah untuk menyambut Sule and the gank.  Kecele mereka, waktu pintu lift terbuka yang keluar ternyata saya dan rombongan. Hahahahaha...
Waktu itu, orang hotel bilang Sule masih di lantai 2 buat konferensi pers.  Mami dan ibu minta kami tunggu di lobby, karena mereka berdua betul-betul ingin lihat Sule.  Saya mah biasa aja, fans bukan, sebel juga kagak.
Lift bunyi, tanda ada yang turun.  Kru tivi pun bersiap.  Kali ini yang keluar adalah Sule dan rombongan.  Tapi...wajh Sule terlihat datar, tidak ada senyum, tidak ada dadah dadah apalagi mau diajak salaman.  Sule berjalan lurus, melihat ke depan dan maaf, terlihat angkuh sekali.  Sule sama sekali tidak meladeni panggilan-panggilan penggemarnya yang ada di lobby hotel. Blaas, sama sekali gak mau nengok.  Selain Sule, di situ ada juga Andre, yang malah terlihat santai, dan senyum ke kami.  Duuh, mami dan ibu kecewa.  Sedih rasanya, lihat senyum dari wajah-wajah tua itu berangsur menghilang.  Terus mami bilang: ee, sombong betul Sule tu... udah lah, mami gak nge-fans lagi.  Harusnya Sule paham yah, dia gak akan setenar sekarang kalau bukan karena penggemarnya.

Minggu sorenya, kami pulang ke Jakarta.  Kebetulan kami satu pesawat dengan Pepi the Explorer.  Di ruang tunggu bandara, Pepi berdiri tidak jauh dari tempat kami duduk.  Kakak Icha lihat, dan bilang ke saya: tante nining, Icha boleh gak foto sama Pepi?  Trus, saya minta Icha untuk ijin langsung ke Pepi, tapi Icha malu.  Akhirnya saya panggil Pepi: "Oom Pepi, kak Icha mau foto boleh tak?"  Ehhh, tau gak, Pepi langsung datang mendekati Icha... terus Icha diajak berdiri di sebelahnya.  Gak lama, mama Ira dan adek Ina ikutan.  Saya cuma sibuk foto-foto mereka berempat pakai hape Icha.  Selesai foto, Pepi tidak langsung pergi.  Dengan sabar, Pepi menunggu Icha melihat hasil fotonya di hape.  Mama Ira juga sempat ngobrol sama Pepi, dan saya sempat dengar obrolan2 lucu dari mereka berdua.  Pepi cerita kalau dia juga dari Kiluan, lihat dolphin... juga ke Krakatau.

Nah, liat Pepi ini hawanya adem, dan beneran lucu.  Sama anak-anak pun dia ramah.  Padahal kalau dilihat tampangnya kan serem yah, badannya besar, jenggot dikuncir.  Mana pakai baju hitam pula...  Herannya, anak kecil gak takut dekat-dekat dia.  Hal ini terulang di tempat ambil bagasi di Cengkareng.  Lagi-lagi Pepi dikerumuni anak-anak kecil.

Senang rasanya kalau liat orang terkenal seperti Beckham dan Pepi yang tetap membumi, ramah kepada penggemar, dan tidak lupa asal-usulnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar